Specific personality disorders (Malay version)

Pengenalan

Berhubungan dengan gangguan keperibadian khusus, terdapat berbagai keadaan klinik yang bermakna dan pola perilaku yang cenderung menetap, dan merupakan ekspresi dari pola hidup yang khas dari seseorang dan cara-cara berhubungan dengan diri sendiri mahupun orang lain.

Beberapa dari keadaan dan pola perilaku tersebut berkembang sejak awal dari masa pertumbuhan dan perkembangan dirinya sebagai hasil interaksi faktor-faktor konstitusi dan pengalaman hidup, sedangkan yang lainnya diperolehi (acquired) pada masa kehidupan selanjutnya.

Gangguan keperibadian khusus adalah suatu gangguan berat dalam konstitusi karakteriologis dan kecenderungan perilaku dari seseorang, biasanya meliputi beberapa bidang dari keperibadian, dan hampir selalu berhubungan dengan kesulitan peribadi dan sosial.

Panduan diagnostik gangguan keperibadaan khusus:
1. Keadaan yang tidak berkaitan langsung dengan kerosakan atau penyakit otak berat (gross brain damage or disease), atau gangguan jiwa lain;
2. Memenuhi kriteria berikut ini:

  • a. Disharmoni sikap dan perilaku yang cukup berat, biasanya meliputi beberapa bidang fungsi, misalnya afek, kesiapan, pengendalian impuls, cara memandang dan berfikir, serta gaya berhubungan dengan orang lain;
  • b. Pola perilaku abnormal berlangsung lama, berjangka panjang, dan tidak terbatas pada episod gangguan jiwa;
  • c. Pola perilaku abnormalnya bersifat pervasif (“mendalam”) dan maladaptif yang jelas terhadap berbagai keadaan peribadi dan sosial yang luas;
  • d. Manifestasi diatas selalu muncul pada masa kanak-kanak atau remaja dan berlanjut sampai usia dewasa;
  • e. Gangguan ini menyebabkan penderitaan peribadi (personal distress) yang cukup bererti, tetapi baru menjadi nyata setelah perjalanan yang lanjut;
  • f. Gangguan ini biasanya, tetapi tidak selalu, berkaitan secara bermakna dengan masalah-masalah dalam pekerjaan dan kinerja sosial.

3. Untuk budaya yang berbeza, mungkin penting untuk mengembangkan seperangkat kriteria khusus yang berhubungan dengan norma sosial, peraturan dan kewajipan.

Jenis-jenis gangguan keperibadian:

  1. Gangguan keperibadian paranoid
  2. Gangguan keperibadian skizoid
  3. Gangguan keperibadian dissosial (anti sosial)
  4. Gangguan keperibadian emosional tidak stabil (jenis impulsif atau jenis ambang/borderline)
  5. Gangguan keperibadian histrionik
  6. Gangguan keperibadian anankastik
  7. Gangguan keperibadian cemas/menghindar
  8. Gangguan keperibadian dependen
  9. Gangguan keperibadian khusus lainnya
  10. Gangguan keperibadian yang tidak tergolongkan

Gangguan keperibadian paranoid
1. Gangguan keperibadian dengan ciri-ciri:

  • a. Kepekaan berlebihan terhadap kegagalan dan penolakan
  • b. Kecenderungan untuk tetap menyimpan dendam, misalnya menolak untuk memaafkan sesuatu penghinaan dan luka di hati atau masalah kecil
  • c. Kecurigaan dan kecenderungan yang mendalam untuk mendistorsikan pengalaman dengan menyalahertikan tindakan orang lain yang neutral atau bersahabat sebagai suatu sikap permusuhan atau penghinaan
  • d. Perasaan bermusuhan dan berusaha mendapatkan tentang hak peribadi tanpa memerhatikan situasi yang ada (actual situation)
  • e. Kecurigaan yang berulang, tanpa dasar (justification), tentang kesetian seksual dari pasangannya
  • f. Kecenderungan untuk merasa dirinya penting secara berlebihan, yang bermanifestasi dalam sikap yang selalu merujuk ke diri sendiri (self-referential attitude)
  • g. Preokupasi dengan penjelasan-penjelasan yang bersetongkol dan tidak substantif dari suatu peristiwa, baik yang menyangkut diri pesakit sendiri maupun dunia pada umumnya

2. Untuk diagnosis diperlukan paling sedikit 3 dari diatas

Gangguan keperibadian skizoid:
1. Gangguan keperibadian yang memenuhi deskripsi berikut:

  • a. Sedikit (bila ada) aktivitas yang memberikan kesenangan
  • b. Emosi dingin, afek mendatar atau tak peduli (detachment)
  • c. Kurang mampu untuk mengekspresikan kehangatan, kelembutan atau kemarahan terhadap orang lain
  • d. Tampak nyata ketidakpedulian baik terhadap pujian maupun kecaman
  • e. Kurang tertarik untuk mengalami pengalaman seksual dengan orang lain (perhitungkan usia penderita)
  • f. Hampir selalu memilih aktiviti yang dilakukan sendiri
  • g. Preokupasi dengan fantasi dan introspeksi yang berlebihan
  • h. Tidak mempunyai teman dekat atau hubungan peribadi yang akrab (kalau ada hanya satu) dan tidak ada keinginan untuk menjalin hubungan seperti itu
  • i. Sangat tidak sensitif terhadap norma dan kebiasaan sosial yang berlaku

2. Untuk diagnosis diperlukan paling sedikit 3 dari diatas.

Gangguan keperibadian dissosial:
1. Gangguan keperibadian ini biasanya menjadi perhatian disebabkan adanya perbezaan yang besar antara perilaku dan norma sosial yang berlaku, dan ditandai oleh:

  • a. Bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain
  • b. Sikap yang amat tidak bertanggungjawab dan berlangsung terus menerus (persistent), serta tidak peduli terhadap norma, peraturan, dan kewajipan sosial
  • c. Tidak mampu memelihara suatu hubungan agar berlangsung lama, meskipun tidak ada kesulitan untuk mengembangkannya
  • d. Tolak ansur terhadap kekecewaan sangat rendah untuk melampiaskan agresi, termasuk tindakan kekerasan
  • e. Tidak mampu mengalami rasa bersalah dan menarik manfaat dari pengalaman, khususnya dari hukuman
  • f. Sangat cenderung menyalahkan orang lain, atau menawarkan rasionalisasi yang masuk akal, untuk perilaku yang membuat pesakit konflik dengan masyarakat

2. Untuk diagnosis diperlukan paling sedikit 3 dari diatas.

Gangguan keperibadian emosional tidak stabil:
1. Terdapat kecenderungan yang mencolok untuk bertindak secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensinya, bersamaan dengan ketidakstabilan emosional.
2. Dua varian yang khusus adalah berkaitan dengan impulsiviti dan kekurangan pengendalian diri.
*Jenis gangguan keperibadian emosional tidak stabil:

  • a. Jenis impulsif
  • b. Jenis ambang (borderline)

Gangguan keperibadian histrionik:
1. Gangguan keperibadian dengan ciri-ciri:

  • a. Ekspresi emosi yang dibuat-buat (self-dramatization), seperti bersandiwara (theatricality), yang dibesar-besarkan (exaggerated)
  • b. Bersifat sugestif, mudah dipengaruhi oleh orang lain atau oleh keadaan
  • c. Keadaan afektif yang dangkal dan labil
  • d. Terus menerus mencari kegairahan (excitement), penghargaan (appreciation) dari orang lain, dan aktiviti dimana pesakit menjadi pusat perhatian
  • e. Penampilan atau perilaku “merangsang” (seductive) yang tidak memadai
  • f. Terlalu peduli dengan daya tarik fizik

2. Untuk diagnosis diperlukan paling sedikit 3 dari diatas.

Gangguan keperibadian anankastik:
1. Gangguan keperibadian dengan ciri-ciri:

  • a. Perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan
  • b. Preokupasi dengan hal-hal yang rinci (details), peraturan, daftar, urutan, organisasi atau jadual
  • c. Perfeksionisme yang mempengaruhi penyelesaian tugas
  • d. Ketelitian yang berlebihan, terlalu hati-hati, dan ketertarikan yang tidak semestinya pada produktiviti sampai mengabaikan kepuasan dan hubungan interpersonal
  • e. Keterpakuan dan keterikatan yang berlebihan pada kebiasaan sosial
  • f. Kaku dan keras kepala
  • g. Pemaksaan yang tidak beralasan agar orang lain mengikuti persis caranya mengerjakan sesuatu, atau keengganan yang tidak beralasan untuk mengizinkan orang lain mengerjakan sesuatu
  • h. Mencampur-adukan fikiran atau dorongan yang memaksa dan yang enggan

2. Untuk diagnosis diperlukan paling sedikit 3 dari diatas.

Gangguan keperibadian cemas (menghindar):
1. Gangguan keperibadian dengan ciri-ciri:

  • a. Perasaan tegang dan takut yang menetap dan pervasif
  • b. Merasa dirinya tidak mampu, tidak menarik atau lebih rendah dari orang lain
  • c. Preokupasi yang berlebihan terhadap kritik dan penolakan dalam situasi sosial
  • d. Keengganan untuk terlibat dengan orang kecuali merasa yakin akan disukai
  • e. Pembatasan dalam gaya hidup kerana alasan keselamatan fizik
  • f. Menghindari aktiviti sosial atau pekerjaan yang banyak melibatkan kontak interpersonal kerana takut dikritik, tidak didukung atau ditolak

2. Untuk diagnosis diperlukan paling sedikit 3 dari diatas

Gangguan keperibadian dependen:
1. Gangguan keperibadian dengan ciri-ciri:

  • a. Mendorong atau membiarkan orang lain untuk mengambil sebahagian besar keputusan penting untuk dirinya
  • b. Meletakkan keperluan sendiri lebih rendah dari orang lain kepada siapa dia bergantung, dan kepatuhan yang tidak semestinya terhadap keinginan mereka
  • c. Keengganan untuk mengajukan permintaan yang layak kepada orang dimana tempat dia bergantung
  • d. Perasaan tidak enak atau tidak berdaya apabila bersendirian, kerana ketakutan yang dibesar-besarkan tentang ketidakmampuan mengurus diri sendiri
  • e. Preokupasi dengan ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang dekat dengannya, dan dibiarkan untuk mengurus dirinya sendiri
  • f. Terbatasnya kemampuan untuk membuat keputusan sehari-hari tanpa mendapat nasihat yang berlebihan dan dukungan dari orang lain

2. Untuk diagnosis diperlukan paling sedikit 3 dari diatas.

Gangguan keperibadian khusus lainnya:
1. Gangguan keperibadian accentric
2. Gangguan keperibadian “haltlose” type
3. Gangguan keperibadian immature
4. Gangguan keperibadian narcissistic
5. Gangguan keperibadian passive-aggressive
6. Gangguan keperibadian psychoneurotic

This entry was posted in Emotion and Mental, Growth and Development, Medicine, Pediatric, Psychiatry, Psychology. Bookmark the permalink.

2 Responses to Specific personality disorders (Malay version)

  1. Peggy says:

    Unfortunately, I can’t read all these comments since I know only English. Any way to translate?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s